CONTENMENT

Budaya modern dimana kita hidup sekarang ini sangatlah berfokus kepada hasil; kepada ukuran-ukuran yang sangat menghargai kesuksesan yang diraih dengan cepat. Kita menyangka bahwa ada tahapan-tahapan yang harus kita raih pada suatu titik kehidupan kita.

Harus memiliki minimum tabungan Rp… pada umur …

Menemukan pasangan hidup pada umur…

Mulai mencari pekerjaan umur…

…. dan masih banyak lagi.

Tapi, hal-hal tersebut hanya akan mengintimidasi, menjadi sumber kekhawatiran kita dalam menjalani kehidupan ini.

Alkitab mengajarkan kita hal yang berbeda dari dunia ini. Kita diajarkan untuk memuaskan diri dalam berbagai situasi yang kita hadapi.

Dalam Filipi 4:11, Paulus bercerita bahwa dia belajar untuk mencukupkan diri dalam segala keadaan dan jika kita menilik kembali Filipi 4:6-7 kita akan menemukan rahasia untuk kita dapat meraihnya.

6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. (Filipi 4:7)

Paulus tidak berusaha untuk berjuang berpikiran positif dalam keadaan terpenjara. Dia tetap berusaha terus berada di dalam Kristus. Dengan berada di dalam naungan Kristus, ia mengalami Kristus di dalam kondisi yang sedang dialami.

Rasa terima kasih yang datang dari hati yang terdalam diperlukan agar dapat terus menerima naungan Tuhan dalam hidup kita. Ayat ketujuh jika kita rangkum dapat menjadi:

Tidak memiliki kecemasan berlebihan

Bercerita kepada Tuhan tentang segala kebutuhan kita

Mengucap syukur atas segala sesuatu

Dengan mengikuti tiga tips dari kitab Filipi diatas, Tuhan memampukan kita untuk memiliki kedamaian dan rasa puas selagi kita mengijinkan-Nya untuk terus bekerja, menjalankan rencana-Nya dalam hidup kita.

Ketika kita merasa bahwa perlahan kita menjauh dari Tuhan dan mendekat kepada pemikiran kita yang penuh keraguan dan perasaan depresi, maka kita harus secara aktif mengarahkan roh kita kepada Kristus, untuk bersama di dalam perjamuan dengan-Nya. Kita dapat memanggil nama Tuhan, bernyanyi, berdoa dan membaca Firman-Nya untuk membantu kita kembali mengarahkan diri. Dan kita dapat melakukan hal itu di setiap waktu; waktu pagi, waktu siang, malam, waktu kita duduk, pada waktu kita berjalan untuk kita dapat menikmati kembali penguatan dari-Nya

Mungkin dari luar keadaan kita belum ada berubah, tapi semakin kita mendekatkan roh kita kepada Tuhan, diri kita akan berubah sehingga tidak mudah untuk komplain dan gentar menghadapi hari esok, dan Tuhan akan memampukan kita untuk merasakan kepuasan dalam segala keadaan.

Akhir kata: Tetap percaya kepada Tuhan! Bergumul selalu denganNya di tempat yang tersembunyi. Tuhan mencintaimu dan hanya ingin yang terbaik untukmu. Berpuaslah diri mengetahui bahwa jalan dan rencanaNya sempurna, dan Tuhan memberikan anugerah yang luar biasa bagi mereka yang percaya kepadaNya.

Ivan C. Hermanto