Holiday Inn Hotel

Jl. Dr. Djunjunan No.96, Sukabungah, Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat 40162

IFGF Bandung

 

PASTORAL DESK


TIPPING POINT

Matius 13 : 53-58 (TB) 

 

Setelah Yesus selesai menceritakan perumpamaan-perumpamaan itu, Yesuspun pergi dari situ. Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang  perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

Malcolm Gladwell dalam bukunya yang berjudul The Tipping Point menjelaskan sebuah teori tentang “the broken window” atau “jendela yang pecah”. Dia menulis bahwa kejahatan disebuah daerah sangat bergantung kepada mentalitas : apakah orang-orang yang tinggal di daerah tersebut peduli kepada kerapihan dan keteraturan ditempat dimana mereka tinggal. Ketika ada sebuah jendela yang terpecah dari sebuah rumah atau apartemen, dan kemudian setelah sekian lama tidak kunjung juga diperbaiki maka besar kemungkinan akan terjadi lagi kejadian yang sama, dimana rumah atau apartemen yang lain ketika mengalami hal yang sama yaitu jendela yang pecah, mereka juga tidak mau segera memperbaikinya. Dan kejadian tersebut dapat berulang sedemikian rupa sehingga jendela-jendela yang pecah, kerusakan, sampah yang berserakan, pagar yang roboh, cat tembok yang kusam, lampu jalan yang pecah akan menjadi hal yang biasa. Keputusan dari orang-orang yang tinggal di daerah itu menjadi Tipping Point, menjadi suatu titik dimana kejahatan demi kejahatan menjadi semakin banyak. Demikian juga di dalam kehidupan manusia, tidak ada kesuksesan yang “langsung jadi” meskipun Tuhan mampu melakukannya. Tetapi seringkali keputusan demi keputusan yang baik, meskipun itu merupakan suatu keputusan-keputusan yang kecil didalam konteks waktu yang sangat singkat bisa menjadi sebuah Tipping Point akan perkara-perkara yang lebih besar di masa depan.

Dalam Matius 13 yang kita baca diatas, ada sebuah kesempatan, ada sebuah Tipping Point, ada sebuah batu loncatan yang Yesus sendiri persiapkan untuk kotanya, dimana Dia tumbuh besar disana yaitu Nazareth. Setelah Yesus mengajar dengan penuh gairah dan dengan begitu banyaknya hal baru yang dibukakan untuk orang banyak, orang-orang mulai mengenal Yesus sebagai seorang pengajar yang luar biasa dan mulai mengikuti Dia. Tercatat bahwa Yesus kembali ke kota-Nya, tentu saja dengan sekian banyaknya orang yang mengikuti Dia dan siap untuk mendengar segala pengajaran dan mungkin bisa melihat langsung mujizat yang Yesus perbuat, ini merupakan sebuah Tipping Point, sebuah kesempatan besar. Kalau boleh saya katakan, ini adalah sebuah kesempatan emas untuk Nazareth bisa menjadi a city of greatness dari sebuah desa yang kecil dengan beberapa puluh orang, mereka bisa memiliki kesempatan untuk menjadi the Headquarter of Jesus Ministry, yaitu markas dimana Yesus bisa betul-betul melancarkan pelayanannya. Tetapi dicatat bahwa melewati this tipping point, mereka melewati kesempatan besar ini dengan menolak Yesus ada disana. Tetapi kemudian ketika Anda membaca kitab-kitab injil, tertulis bahwa Kapernaum pada akhirnya menjadi kota yang menerima Yesus, bahkan sampai saat ini Kapernaum terkenal sebagai The Town of Jesus, tempat dimana Yesus melakukan pelayanannya yang luar biasa diseputar Danau Galilea.  

Apa yang terjadi? Kotanya sama-sama kecil, mereka rata-rata berasal dari orang yang sama dengan latar belakang demografis yang serupa, tetapi mengapa dengan hasil yang berbeda? Ini semua karena mereka pandangan yang berbeda tentang Tipping Point. Sekali lagi, Tipping Point adalah perkara yang kecil atau kejadian yang berlaku dalam waktu yang singkat, yang bisa menjadi titik tumpu apakah orang akan terus naik atau turun. 

Saya berdoa saat-saat ini merupakan musim dimana Anda betul-betul dengan mata yang terbuka melihat segala potensi yang ada didalam kehidupan kita semuanya, dan memutuskan dengan sadar bahwa Tuhan memberikan begitu banyak Tipping Point dalam kehidupan kita dan terserah kita mau memakainya dengan bijak atau tidak.

Living the dream,

Ps Sam Hartanto

 

NEWS & EVENTS

VIP Night 2017: The 80s

VIP Night, atau Volunteers iServe Party adalah salah satu bentuk apresiasi IFGF Bandung kepada setiap volunteers yang sudah selama setahun mengorbankan waktu dan tenaga yang tidak sedikit di lingkungan IFGF. VIP Night kali ini diadakan dengan tema “The 80’s”, seluruh...

read more

Kids Concert: Joseph the Dreamer

Shallom….. Kami bersyukur Tuhan memberikan kepercayaan yang luar biasa kepada IFGF KIDS untuk mengadakan acara tahunan Kids Concert. Acara tersebut diselenggarakan pada tanggal 17 desember 2016 dengan tema “JOSEPH THE DREAMER”. Bukan karena kuat gagah kami, tapi dalam...

read more

Praise Report Singlelicious

Praise Report Singlelicious Singlelicious , judul acara yang membuat pertanyaan, membangkitkan rasa ingin tahu dan sedikit kontroversi. Acara Singlelicious dibuat untuk menjawab sebuah kebutuhan memperlengkapi para lajang di IFGF Bandung untuk mengerti bahwa menjadi...

read more

Townhal Meeting

Townhall meeting yang diadakan pada tanggal 30 October yang lalu menghadirkan Pastor Jeffrey Rahmat sebagai pembicara. Ps. Jeffrey bukanlah sosok yang asing bagi saya. Sudah cukup lama saya mendengar kotbah beliau baik di Youtube, di gereja yang beliau pimpin (JPCC-...

read more

Oneness Marriage Enrichment

“There is no such thing as a Perfect Marriage. But the truth is, Marriage should be a work in progress of getting better and better.” Pastor Sammy Hartanto. Ini adalah satu pembelajaran yang saya dapatkan dari “Oneness” Marriage Enrichment pada tanggal 29 Oktober yang...

read more

Love Goes to Rumah Ruth

Pada tanggal 13 Oktober yang lalu, kami dari Love community mengadakan kunjungan amal ke Rumah Ruth. Rumah Ruth merupakan sebuah organisasi yang didirikan dengan tujuan untuk menampung ibu hamil di luar nikah. Di tempat ini, ibu yang memutuskan untuk menjadi single...

read more