LOOK AT US

Kisah Para Rasul 3:1-6, “Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. Mereka menatap dia dan Petrus berkata: ”Lihatlah kepada kami.” Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. Tetapi Petrus berkata: ”Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”

Greetings, Church!

Kami berdoa teman-teman semua dalam keadaan baik dan sehat. Saya berdoa menghadapi endemi ini semua dalam keadaan siap jasmani, rohani, dan jiwani. Tema kita bulan ini adalah, ‘Look at us’ atau dari ayat 4 di atas, ‘Lihatlah pada kami!’. Dalam dunia yang penuh dengan social media dalam genggaman tangan masing-masing orang, sepertinya banyak dari kita secara sadar atau tidak berkata ‘Hey, World! Look at me!’. Lihat saya lagi melakukan apa, makan apa, ketemu siapa, pergi ke mana, naik apa, bersama siapa, lagi dengar lagu apa, sedang baca buku apa, dan lain dan sebagainya. Nggak melulu salah kok. 

Jadi apa yang kita akan pelajari bersama-sama bulan ini? Bagaimana posting dengan lebih benar. Tidak, saya sama sekali tidak berminat membahas ke arah itu. Ada beberapa hal yang kita bisa pelajari dari apa yang Petrus dan Yohanes lakukan di ayat-ayat di atas. Apa sih yang kita bisa katakan pada dunia ketika kita bilang LOOK AT US!

1. Focus is important. Mempunyai fokus itu penting. Kita harus menjadi orang yang fokus di tengah dunia yang bising dan penuh dengan kebingungan dan kebimbangan. Saya berdoa Anda semua belajar untuk bisa menjadi pemimpin yang baik dalam segala kapasitas yang Tuhan sediakan untuk Anda. Pimpin orang untuk fokus dalam melakukan kehidupan mereka. Orang yang fokus itu produktif. Orang yang fokus itu lebih sehat dalam mengambil keputusan. Bahkan Yesus berkata ketika matamu baik (focus, single) maka teranglah hidupmu dan baiklah keadaanmu.

2. Value is important. Ketika orang melihat kepada kita maka mereka bisa melihat bahwa tata nilai kita benar dan tepat. Petrus meminta orang lumpuh itu untuk menyadari bahwa kesembuhan dia lebih berharga dibanding penghasilan dia meminta sedekah. Bahkan emas dan perak menjadi tidak relevan jika dibanding dengan mentalitas orang itu yang setiap hari terbiasa menerima keadaan. Ketika orang melihat kita bukannya mereka melihat apa yang kita pakai dan apa status kita, tapi kita memberikan nilai tambah kepada sekitar. Yang akan mereka jadikan patokan, apa yang baik dan berguna, yang urgent, apa yang kurang penting.

3. Jesus is the most important person. ‘Look at us!’ bukan berarti kemudian orang melulu melihat hanya pada kita, bergantung kepada kita. Kita harus selalu mengarahkan orang kepada Kristus. Karena ketika manusia mempunyai Kristus, sesungguhnya mereka mempunyai segala sesuatu. Tapi tunggu dulu, Yesus yang mana dulu? Petrus menjelaskan dengan sangat lengkap, Yesus, yang Kristus itu lho, yang diurapi, yang Messias itu, yang mati dan bangkit itu. Yang asalnya dari Nazareth itu. Karena mungkin ada yang mengaku sebagai ‘juru selamat’ dalam urusan dagang, finansial, emosi, padahal bohong-bohongan. Biar lewat kehidupan Anda, sekitar Anda bisa fokus dan melihat dan bergantung pada Yesus.

Saya berdoa supaya setiap kita mengalami Dia bulan ini dan seterusnya.

Living the dream,

Pastor Sam and Naf Hartanto