the fire and the altar

Greetings Church,

Selamat datang di bulan Juni. Saya berdoa Anda semua berada dalam keadaan sehat, terus dikuatkan di dalam Tuhan, dan semakin bertumbuh dalam setiap musim kehidupan yang sedang dijalani.

Tema kita bulan ini adalah Building a Legacy. Tema ini mengingatkan kita bahwa kehidupan yang Tuhan percayakan kepada kita tidak berhenti pada diri kita sendiri. Apa yang kita hidupi hari ini, apa yang kita tanam, dan apa yang kita pilih untuk bangun akan berdampak pada generasi berikutnya.  

Dalam Kejadian 17, kita melihat Tuhan meneguhkan kembali perjanjian-Nya dengan Abraham.  

“Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal.”  
(Kejadian 17:7)  

Menariknya, Tuhan tidak hanya berbicara kepada Abraham tentang dirinya sendiri, tetapi juga tentang keturunannya. Janji Tuhan bukan hanya untuk satu musim atau satu generasi. Tuhan sedang membangun sesuatu yang jauh lebih besar daripada apa yang Abraham dapat lihat pada saat itu.

Itulah sebabnya Tuhan dikenal sebagai Allah Abraham, Ishak, dan Yakub. Tuhan tidak hanya bekerja dalam satu generasi, tetapi terus menyatakan kesetiaan-Nya dari generasi ke generasi.

Sering kali ketika kita mendengar kata legacy, kita langsung membayangkan sesuatu yang besar. Sebuah pencapaian, warisan materi, atau sesuatu yang monumental. Tetapi dalam Kerajaan Tuhan, legacy sering kali dibangun melalui hal-hal sederhana yang dilakukan dengan setia.

  • Legacy dibangun melalui doa yang tidak berhenti dinaikkan.
  • Legacy dibangun melalui nilai yang terus ditanamkan di dalam keluarga.
  • Legacy dibangun melalui keputusan untuk tetap hidup benar, bahkan ketika tidak ada yang melihat.

Apa yang kita lakukan hari ini mungkin terlihat kecil, tetapi bisa menjadi sesuatu yang besar bagi generasi setelah kita.

Seorang ayah yang memilih tetap setia kepada Tuhan sedang membangun legacy. Seorang ibu yang terus mendoakan anak-anaknya sedang membangun legacy. Seorang pemimpin yang hidup dengan integritas sedang membangun legacy.

Terkadang kita tidak langsung melihat hasilnya. Abraham sendiri tidak melihat seluruh penggenapan janji Tuhan dalam hidupnya. Tetapi ia memilih tetap percaya, tetap berjalan, dan tetap membangun kehidupan yang berakar kepada Tuhan.  

Bulan ini, saya ingin mengajak kita semua untuk merenungkan:  

  • Warisan seperti apa yang sedang saya bangun hari ini?
  • Apakah hidup saya sedang menjadi jalan bagi generasi berikutnya semakin mengenal Tuhan?
  • Nilai apa yang sedang saya tanam yang akan bertahan melampaui hidup saya?

Saya percaya Tuhan tidak memanggil kita hanya untuk hidup bagi hari ini. Tuhan memanggil kita untuk membangun sesuatu yang akan tetap berbicara bahkan setelah kita selesai menjalani musim kita.

Mari kita jalani bulan Juni ini dengan kesadaran bahwa setiap langkah iman, setiap keputusan benar, dan setiap kehidupan yang disentuh adalah bagian dari legacy yang Tuhan sedang bangun melalui hidup kita.  

Ad majorem Dei gloriam, 
Ps. Sam and Naf Hartanto