COME & SIT

Matius 14 ayat 19 menyatakan, bahwa Yesus menyuruh semua orang yang ada di sana untuk duduk di atas rumput, dan kemudian Dia mengambil 5 roti dan 2 ikan dan kemudian menengadahkan kepalaNya ke langit, memberkati makanan yang ada dan kemudian memecah-mecahkan roti, memberikan kepada murid-muridNya dan murid-muridNya memberikan bagian-bagian dari makanan itu kepada orang banyak. Mereka mendapatkan mukjizat yang besar pada hari itu. 5000 orang laki-laki bisa makan dengan kenyang dengan sisa 12 bakul, setelah mereka belajar untuk duduk di atas rumput. Ada lebih dari 60 ayat di dalam Alkitab tentang postur atau posisi tubuh dalam keadaan istirahat, bukannya dalam keadaan tidur, tetapi duduk.

Yesus seringkali menyuruh orang untuk duduk. Bahkan sebelum Yesus mengajar, seringkali Dia menempatkan dirinya dalam posisi duduk. Duduk berarti dalam keadaan cukup tenang, juga dalam keadaan siap untuk menerima. Duduk pada dasarnya bukan hanya menekankan seseorang dalam keadaan santai, tetapi dalam keadaan yang tajam siap untuk menerima sesuatu yang baru.

Yesus mengatakan kepada murid-muridnya Di taman Getsemani, “Duduklah kalian di sini sementara Aku berdoa.” dan kemudian ketika Dia datang mendapati murid-muridnya sedang tidur. Yesus menegur mereka dengan mengatakan, “dapatkah kalian berjaga-jaga satu jam saja?”

Seringkali dalam kehidupan kita, jadwal kita memaksa kita untuk jadi orang yang sangat aktif bergerak senantiasa ke kiri dan ke kanan. Kemudian ketika kita lelah maka kita harus tidur. Tidak ada yang salah dengan itu, tetapi marilah kita memikirkan postur duduk di dalam kehidupan anda dan saya.

Duduk ada di pertengahan antara orang yang sangat aktif dengan orang yang sedang tidur. Duduk di dalam Alkitab mencerminkan ketika seseorang dalam keadaan yang sangat tenang, bebas dari risau, hendak mendinginkan tubuhnya sejenak sambil siap untuk diisi. Entah itu makanan, entah itu pengajaran, entah itu berupa fellowship atau persekutuan dengan orang lain.

Saya rasa kita semuanya harus menjadi orang yang ahli dalam posisi duduk ini. Dikatakan dalam Firman Tuhan, orang Israel mengajarkan anak-anak mereka pada waktu mereka berjalan dan juga waktu mereka duduk. Anak-anak sejak dini diajarkan tentang asas-asas kebenaran firman Tuhan.

Marilah kita belajar untuk bisa duduk di dalam hadirat Tuhan. Belajar untuk mengerti apa yang Dia mau di dalam kehidupan anda dan saya. 2 Samuel 7 ayat 18 mengatakan bahwa Raja Daud pergi ke dalam dan kemudian duduk di hadapan Tuhan, dan kemudian dia berkata, “Siapakah Aku Tuhan dan siapakah keluargaku sehingga Engkau bisa membawaku sejauh ini? Ketika dia belajar untuk duduk, dia menyadari keberadaannya dan menyadari keberadaan Tuhan.

Marilah menjadi orang yang tenang, mampu untuk beraktivitas dan juga mampu untuk duduk dan menerima sesuatu yang baru.

Saya berdoa damai sejahtera Tuhan turun atas kita semuanya menghadapi musim depan.

Ad Majorem Dei Gloriam

Living the dream,

Ps Sam and Naf Hartanto