god who restores

Greetings Church,

Selamat datang di bulan Februari. Saya berdoa Anda semua berada dalam keadaan sehat, tetap setia, dan terus bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan yang memimpin setiap musim kehidupan kita.

Tema kita bulan ini adalah “God Who Restores.” Tema ini membawa kita untuk melihat kembali siapa Tuhan yang kita sembah. Dia bukan hanya Allah yang memberi janji, tetapi juga Allah yang memulihkan. Ia tidak hanya menyelamatkan kita dari musim yang sulit, tetapi juga memulihkan keadaan di sekitar kita agar kita dapat melangkah kembali di dalam rencana-Nya.

Dalam Kejadian 6 sampai 9, kita melihat kisah tentang Nuh di tengah dunia yang rusak dan penuh kekacauan. Pada saat itu, bumi dipenuhi oleh kekerasan dan dosa. Namun di tengah keadaan yang gelap itu, Tuhan melihat Nuh dan memilihnya untuk membawa rencana keselamatan-Nya.

“Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; Nuh hidup bergaul dengan Allah.”
(Kejadian 6:9)

Tuhan kemudian meneguhkan perjanjian-Nya dengan Nuh:

“Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku.”
(Kejadian 6:18)

Perjanjian ini bukan hanya janji bahwa Nuh akan diselamatkan dari air bah, tetapi juga bahwa Tuhan akan memulihkan keadaan dan masa depan bagi Nuh dan keluarganya.

Tuhan tidak berhenti pada penyelamatan saja. Setelah air bah selesai, Tuhan memulihkan bumi, memulihkan kehidupan, dan memberikan awal yang baru bagi Nuh. Ia memulihkan lingkungan di mana Nuh akan hidup dan berjalan dalam janji Tuhan.

Ini adalah gambaran hati Tuhan bagi kita. Ketika kita menghadapi musim yang penuh tekanan, kesulitan, atau ketidakpastian, Tuhan tidak hanya menjaga janji-Nya bagi kita. Ia juga memulihkan keadaan kita supaya kita dapat melangkah kembali dengan iman.

Bulan ini, saya ingin mengajak kita semua untuk merenungkan:

  • Di area mana saya membutuhkan pemulihan Tuhan?

  • Apakah saya percaya bahwa Tuhan sanggup memulihkan, bukan hanya hati saya, tetapi juga keadaan hidup saya?

  • Apakah saya siap melangkah dalam janji Tuhan ketika Dia memulihkan dan membuka jalan yang baru?

Tuhan yang sama yang memulihkan Nuh, adalah Tuhan yang memulihkan kita hari ini. Ia adalah Allah yang setia, yang tidak pernah berhenti bekerja dalam hidup kita. Bahkan di tengah kekacauan, Ia tetap memegang janji-Nya dan menyediakan masa depan yang penuh pengharapan.

Mari kita jalani bulan Februari ini dengan keyakinan bahwa Tuhan sedang memulihkan, memperbaharui, dan meneguhkan langkah kita kembali.

Saya berdoa agar kita semua semakin hidup dalam keselarasan dengan Tuhan, mengalami pemulihan-Nya, dan berjalan dalam rencana-Nya yang sempurna di musim ini.

Ad majorem Dei gloriam,
Ps. Sam and Naf Hartanto