eQUAL UNEQUAL
Greetings Church,
Selamat datang di bulan September. Saya berdoa Anda semua berada dalam keadaan baik, terus bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan, dan semakin menikmati perjalanan yang Tuhan sudah siapkan bagi setiap kita.
Bulan ini kita akan belajar melalui tema “Equal Unequal.” Sebuah tema yang mengajak kita melihat bahwa tidak semua orang memiliki perjalanan yang sama. Tuhan dapat memberikan panggilan, kapasitas, kesempatan, dan proses yang berbeda kepada setiap orang. Namun perbedaan itu tidak berarti bahwa satu orang lebih berharga daripada yang lain.
Dalam Kejadian 25, kita melihat Esau dan Yakub. Mereka adalah saudara kembar, lahir dari orang tua yang sama, tetapi Tuhan sudah menyatakan bahwa perjalanan mereka akan berbeda.
“Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda.”
Kejadian 25:23
Sejak awal, Tuhan sudah mengetahui bahwa Esau dan Yakub tidak akan menjalani jalan yang sama. Mereka memiliki identitas, karakter, dan panggilan yang berbeda. Tuhan tidak menciptakan mereka untuk menjadi sama, tetapi Tuhan tetap memiliki tujuan bagi keduanya.
Hal ini juga berlaku dalam kehidupan kita. Kita sering kali merasa bahwa hidup akan lebih baik kalau kita memiliki apa yang orang lain miliki. Kita melihat pencapaian orang lain, pelayanan orang lain, keluarga orang lain, bahkan perjalanan iman orang lain, lalu mulai mempertanyakan mengapa hidup kita berbeda.
Padahal, berbeda tidak berarti lebih rendah.
Ada orang yang Tuhan percayakan panggung yang besar. Ada yang Tuhan tempatkan untuk bekerja dalam hal-hal yang tidak banyak dilihat orang. Ada yang dipanggil untuk memimpin, sementara yang lain dipanggil untuk membangun, mendukung, mengajar, atau melayani di balik layar. Bentuknya berbeda, tetapi semuanya tetap dapat menjadi bagian dari pekerjaan Tuhan.
Masalahnya muncul ketika kita mulai mengukur nilai diri berdasarkan perjalanan orang lain.
● Kita mulai membandingkan pencapaian.
● Kita mulai membandingkan kesempatan.
● Kita mulai membandingkan berkat.
Dan akhirnya kita lupa melihat apa yang Tuhan sedang kerjakan dalam hidup kita sendiri.
Mungkin ada hal-hal dalam hidup kita yang tidak sama dengan orang lain. Tetapi Tuhan tidak pernah meminta kita menjalani hidup orang lain. Tuhan meminta kita setia dengan apa yang Dia percayakan kepada kita.
Karena itu, salah satu bentuk kedewasaan rohani adalah ketika kita bisa bersukacita melihat Tuhan bekerja dalam kehidupan orang lain tanpa merasa bahwa keberhasilan mereka mengurangi nilai diri kita.
Kita tidak perlu menjadi Yakub kalau Tuhan memanggil kita untuk menjadi Esau. Kita tidak perlu memiliki perjalanan orang lain untuk membuktikan bahwa hidup kita berharga. Identitas kita tidak ditentukan oleh apa yang kita miliki dibandingkan dengan orang lain, tetapi oleh siapa kita di hadapan Tuhan.
Bulan ini, mari kita belajar untuk berdamai dengan identitas dan perjalanan yang Tuhan berikan kepada kita. Berhenti membandingkan apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita dengan apa yang sedang Dia kerjakan dalam hidup orang lain.
Mungkin perjalanan kita berbeda. Mungkin waktunya berbeda. Mungkin bentuk panggilannya berbeda. Tetapi Tuhan tetap dapat memakai hidup kita untuk tujuan-Nya.
Mari kita belajar berkata, “Tuhan, saya tidak ingin menjadi seperti orang lain. Saya ingin menjadi pribadi yang Engkau ciptakan dan berjalan dalam apa yang Engkau percayakan kepada saya.”
Ketika kita berhenti membandingkan, kita mulai bisa bersyukur. Ketika kita menerima identitas yang Tuhan berikan, kita bisa berjalan dengan lebih bebas. Dan ketika kita berdamai dengan perjalanan kita sendiri, kita bisa melihat bahwa apa yang Tuhan berikan kepada kita sebenarnya cukup untuk menjalankan apa yang Dia percayakan.
Saya berdoa di bulan September ini menjadi kesempatan bagi kita untuk semakin mengenal siapa diri kita di dalam Tuhan, menghargai perbedaan yang Tuhan berikan, dan dengan setia menjalani bagian kita dalam rencana-Nya.
Ad Majorem Dei Gloriam,
Ps. Sam and Naf Hartanto