IN-BETWEEN

Greetings Church,

Selamat datang di bulan Juli. Saya berdoa Anda semua berada dalam keadaan sehat, dikuatkan oleh kasih karunia Tuhan, dan terus bertumbuh dalam setiap musim kehidupan yang sedang dijalani.

Tema kita bulan ini adalah In Between. Tema ini berbicara tentang musim penantian, yaitu masa di antara saat Tuhan memberikan janji dan saat kita melihat janji itu digenapi. Jika kita jujur, sering kali bagian yang paling sulit dalam perjalanan iman bukanlah menerima janji Tuhan, tetapi tetap percaya ketika janji itu belum terlihat.

Dalam Kejadian 16, 18, dan 21, kita melihat perjalanan Abraham dan Sara dalam menantikan janji Tuhan. Tuhan telah berjanji bahwa Abraham akan memiliki keturunan, tetapi tahun demi tahun berlalu tanpa ada perubahan yang terlihat. Semakin lama mereka menunggu, semakin besar pula godaan untuk mempertanyakan apakah Tuhan benar-benar akan melakukan apa yang telah Dia janjikan.

Di tengah musim penantian itu, Sara mulai kehilangan kesabarannya. Ia mencoba mencari solusi sendiri melalui Hagar. Apa yang terlihat sebagai jalan keluar ternyata membawa konflik dan luka yang tidak sedikit. Kisah ini mengingatkan kita bahwa ketika kita mencoba mempercepat waktu Tuhan dengan cara kita sendiri, hasilnya seringkali berbeda dari apa yang Tuhan kehendaki.

Namun yang menarik, sekalipun manusia gagal, Tuhan tetap setia.

“Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu Aku akan kembali mendapatkan engkau, tahun depan pada waktu seperti itu, dan Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki.”
 (Kejadian 18:14)

Tuhan tidak lupa. Tuhan tidak terlambat. Tuhan tidak berubah pikiran. Yang sedang berlangsung bukanlah penundaan janji, melainkan proses pembentukan.

Sering kali kita melihat musim penantian sebagai musim yang tidak produktif. Kita merasa tidak ada yang terjadi. Padahal justru di masa-masa itulah Tuhan sedang bekerja paling dalam. Ia membentuk karakter kita, memperkuat iman kita, dan mengajar kita untuk bergantung kepada-Nya lebih daripada kepada kemampuan kita sendiri.

Saya percaya mungkin banyak dari kita saat ini sedang berada dalam musim in between. Mungkin Anda sedang menantikan jawaban doa. Mungkin Anda sedang menantikan pemulihan dalam keluarga. Mungkin Anda sedang menantikan terobosan dalam pekerjaan, pelayanan, atau area lain dalam hidup Anda.

Jika itu adalah keadaan Anda hari ini, ingatlah bahwa Tuhan yang memberikan janji adalah Tuhan yang sama yang akan menggenapinya. Tugas kita bukan mengendalikan waktunya, tetapi tetap setia dalam prosesnya.

Pada akhirnya, Kejadian 21 mencatat bahwa Ishak lahir tepat seperti yang Tuhan janjikan. Bukan lebih cepat, bukan lebih lambat, tetapi tepat pada waktu-Nya. Apa yang mustahil bagi manusia menjadi mungkin karena kesetiaan Tuhan.

Bulan ini, saya ingin mengajak kita semua untuk merenungkan:

      Bagaimana respons saya ketika Tuhan meminta saya untuk menunggu?

      Apakah saya masih mempercayai Tuhan ketika saya belum melihat hasilnya?

      Apa yang sedang Tuhan bentuk dalam hidup saya melalui musim penantian ini?

Mari kita jalani bulan Juli ini dengan iman yang teguh dan hati yang tetap percaya. Karena sering kali, apa yang Tuhan kerjakan di dalam kita selama masa penantian sama pentingnya dengan janji yang sedang kita nantikan.

Tuhan tidak pernah meninggalkan kita di musim in between. Ia hadir, Ia bekerja, dan Ia tetap setia.

Ad majorem Dei gloriam,
Ps. Sam and Naf Hartanto