STAY ON THE COURSE

Hello Church, Greetings!

Dari sejak jaman dahulu, nahkoda kapal seringkali mengungkapkan sebuah istilah yang
hingga hari ini masih mereka gunakan. Istilah tersebut adalah steady as she goes.
Artinya adalah, kapal itu dibiarkan saja melaju menurut hembusan angin atau mesin ke
arah destinasi tujuan yang tidak diubah. Tema kita bulan ini merupakan Stay on The
Course. Artinya tetap di dalam jalurnya, tetap di dalam jalannya, tetap di dalam direksi
yang dari awalnya telah disetujui.

Begitu banyak dalam kehidupan manusia yang bisa menyebabkan orang berpaling.
Karena itu Firman Tuhan memperingatkan kita lewat Yosua pasal pertama yang
mengatakan bahwa, Jangan engkau berpaling ke kiri atau ke kanan, tetapi stay on the
course. Tetaplah kepada kebenaran Firman Tuhan. Renungkanlah firman itu siang dan
malam merupakan peringatan yang Tuhan berikan kepada Yosua.

Hari ini anda dan saya dihadapkan kepada begitu banyak pilihan-pilihan yang baru.
Covid untuk banyak orang membawa kesukaran, untuk beberapa orang mungkin
membawa kelegaan. Yang jelas adalah dunia tidak akan sama lagi. Ada perubahan
demi perubahan yang pasti. Jika anda mau tidak stress dalam kehidupan anda di hari
ke depan, Change is your friend atau perubahan adalah sahabat. Jangan pernah
memusuhi perubahan. Bahkan kita semua harus belajar memperbaharui budi kita.
Supaya kita makin lama makin kuat, makin cerdas, dan makin bisa mengarungi
kehidupan ini dengan mengandalkan hikmat yang dari pada Tuhan.

Tetapi juga tidak berarti, ketika kita belajar untuk maju, ada nilai-nilai yang juga harus
ikut berubah, ada budaya-budaya yang harus dikorbankan. Menurut saya apapun yang
baik dari Tuhan, apapun sifat moralitas dan standar ilahi dalam Alkitab. Haruslah kita
stay on the course. Tetaplah berada di dalam arah yang benar. Pekerjaan boleh
berganti, domisili tempat tinggal bisa berubah. Tetapi let’s stay on the course, tetap
berada di jalur yang Tuhan tetapkan bagi kita di dalam kemitraan kita dengan Dia,
hubungan dengan Dia, dan di dalam kesetiaan kita di dalam keluarga.

Untuk itu selama bulan ini, let’s stay on the course sebagai orang percaya. Marilah kita
mempararelkan kehidupan kita berdasarkan dengan kehidupan yang Kristus alami di

dalam Firman Tuhan. Dan biarlah Firman Tuhan menjadi pedoman dan kompas bagi
anda dan saya. Terimakasih, God bless us all!

Ad Majorem Dei Gloriam,
Ps. Sam and Naf Hartanto.