Pada awal tahun 2016 ini, gereja kami mengadakan iCare Leaders Gathering untuk mengingatkan kita akan visi dan misi sebagai murid-murid Tuhan.  Diadakan pada tanggal 11 Januari yang lalu, tema tahun ini adalah Hawaiian, di mana yang hadir diberikan kemeja pantai dan dress codenya untuk memakai t-shirt, celana pendek dan sendal jepit; selain itu game ice breakers yg berkaitan dengan beach games.

DSCF1178

Setelah games, kami ada worship session dulu dan Ps. Jonathan Kasmin, selaku pastor dari Discipleship Ministry, memulai pertemuan ini dengan menyebutkan visi dan misi dari gereja IFGF. Fokus dari misi adalah people, berdasarkan the Great Commission (Mat. 28:18-20), di mana kita melakukan misinya Tuhan Yesus untuk memuridkan orang.

Apa yang dimaksud dengan Discipleship? Berdasarkan Matius 4:19, discipleship (pemuridan) berarti:

  1. Datang untuk mengikuti Yesus
  2. Dipanggil untuk menjala manusia
  3. Bersekutu dengan sesama orang percaya

Kesimpulannya, discipleship sama dengan hubungan kita dengan Tuhan, orang yang terhilang dan sesama orang percaya. Budaya IFGF adalah fondasi yang kuat dari discipleship, terdiri dari:

  1. Engage (engage community and culture)
  2. Establish (the biblical foundation) -> fondasi alkitabiah
  3. Equip (equip people to minister) -> memperlengkapi orang untuk melayani
  4. Empower (empower disciples to make disciples) -> memberdayakan murid untuk memuridkan

Discipleship lebih baik dilakukan dalam kelompok karena akan lebih berdampak. Sebagai contoh, Yesus mengajar murid-muridNya dalam kelompok (12 murid), sampai menyebar ke seluruh dunia dan memuridkan orang lain. Di IFGF, kami memiliki Care groups sebagai alat untuk discipleship. Fokus utama dari care groups adalah sharing (berbagi), caring (peduli), dan orang baru di mana kita bisa mengembangkan relationship dengan orang lain dan memulai discipleship. Dan care group juga bisa diadakan di mana pun bahkan sehabis gereja.

Ps. Jonathan juga memberikan ulasan tentang pertumbuhan dari care groups dan jumlah kehadiran yang baru dari gereja kita yang cukup mengagumkan. Kami percaya Tuhan akan melakukan hal-hal yang dashyat di tahun 2016! Itulah kenapa sebagai pelayan-pelayanNya, kita harus siap untuk waktu tuaian yang besar.

Bagian kedua dari acara ini, Ps. Sammy maju ke panggung dan mengundang Billy, salah satu dari core team dari care group untuk menemani dia sambil menyampaikan pesan Firman Tuhan. Ps. Sammy mengingatkan kita banyak hal untuk kembali fokus ke visi dan misi kita bersama-sama. Poin pertama yang dia ingatkan bahwa sebagai leaders itu baik untuk memiliki ambisi, tapi fokus dari ambisi kita adalah untuk melayani orang lain bukan untuk diri sendiri. Kita harus punya ambisi untuk menjadi lebih baik dari diri kita yang sekarang. Jika kita sekarang adalah anggota core team, ingatlah bahwa suatu hari kita akan menjadi iCare leaders, dan jika kita sekarang adalah iCare leaders, suatu hari kita akan menjadi facilitator.

Ayatnya diambil dari Titus 1:5-9. Ada beberapa poin yang penting ketika kita menjadi leaders:

1. Empowerment (pemberdayaan) itu Penting

Sebagai leaders, family (keluarga) itu penting! Orang-orang melihat bagaimana keluarga kita itu. Persiapkan keluarga dari sekarang, meskipun anda belum menikah dengan mengejar kekudusan dalam hubunganmu. Karena hadirat Tuhan datang ketika ada kekudusan. Ingatlah tanpa pengorbanan, tidak akan ada perayaan. Jadi jika anda memiliki ambisi, anda harus berani bayar harga.

2. Disiplin itu Penting

Kedisiplinan anda sekarang akan menentukan bagaimana anda di masa yang akan datang.

3. Karakter itu Penting

Tidak ada orang yang gagal karena karakter yang baik, tapi orang gagal karena memiliki banyak talenta tanpa karakter yang baik.

4. Doctrinal Knowledge (pengetahuan doktrin) itu Penting

Sebagai seorang leader, kita harus memiliki hati yang terbuka dan kerelaan untuk belajar, meskipun kita harus mendengar apa yang tidak kita suka.

5. Reputasi itu Penting

Sebagai muridnya Tuhan Yesus ke manapun kita pergi kita membawa nama Yesus! Itulah kenapa kita harus menjaga reputasi kita agar kita tidak menjadi batu sandungan untuk orang lain. Jadilah baik hati, jadilah murah hati dan hati-hatilah! Berpikirlah sebelum kita melakukan sesuatu. Kita tidak perlu mempertahankan reputasi kita jika kita selalu menjaganya.

6. Motivasi itu Penting

7. Inner health (kesehatan batin) itu Penting

8. Prioritas itu Penting

9. Fruit (buah) itu Penting

Care group macam apa yang anda hasilkan? Buahnya akan merefleksikan leaders macam apa kita. Apakah kita menghasilkan murid yang lain atau tidak?

DSCF1217

Ps. Sammy mengakhiri pertemuan dengan mencuci kaki dari salah seorang perwakilan dari generasi yang lama dan salah seorang lagi dari generasi yang baru. Sebagai seorang leader kita harus menjadi rendah hati dan memiliki budaya untuk saling mencuci kaki dengan yang lain. Kita harus melayani orang lain dan selalu mengingat bahwa fokusnya adalah orang lain dan bukan diri kita sendiri. Dan ingatlah bahwa sebagai seorang leader kita menjadi contoh untuk orang lain, seperti Tuhan Yesus yang telah memberikan contoh dalam pelayananNya 2000 tahun yang lalu.

Ini adalah sebuah malam yang baik untuk memulai tahun yang baru sebagai care group leaders dan core teams. Semua pesan yang disampaikan mengingatkan kita lagi untuk kembali dalam jalan yang benar, agar kita bisa bekerja sama sebagai tim untuk menjangkau orang di manapun Tuhan tempatkan kita.