“There is no such thing as a Perfect Marriage. But the truth is, Marriage should be a work in progress of getting better and better.” Pastor Sammy Hartanto.

Ini adalah satu pembelajaran yang saya dapatkan dari “Oneness” Marriage Enrichment pada tanggal 29 Oktober yang lalu. Menghadirkan pembicara Pastor Jeffrey Rachmat, Pastor Levi Supit dan Pastor Sammy sebagai tuan rumah, seminar pernikahan ini menjadi berkat untuk kami semua yang menghadiri.

Sebagai pembuka, Ps. Sam Hartanto berbicara mengenai Rasul Paulus dalam kaitan Marriage. Seperti dalam Efesus 5:32, Hubungan Pernikahan itu sama dengan Hubungan Kristus dengan jemaat. Dikatakan Rahasia itu Besar. Beliau mengingatkan agar suami istri tidak hanya mengandalkan media social seperti whatsapp saja untuk berhubungan tapi juga harus punya Face to Face relationship.

“Great relationship are not build over a day, great relationship are built daily.”
img_2390

Dalam session 2 dan 3 dengan Pastor Jeffrey Rahmat, beliau mengingatkan “ Tidak ada Pernikahan yang sempurna, tetapi ide pernikahan itu sempurna, supaya orang bisa merasakan surga di bumi, yang adalah sempurna.”  Beliau juga menjelaskan tentang kata “Konegdow yang berarti Sepadan. Dan sepadan disini bukan sewarna tetapi contrast. The opposite. Seperti baju yang kita pakai dengan warna kontras agar serasi.

“There is no school of marriage, karena tidak ada kurikulumnya, Kurikulumnya sampai maut memisahkan kita.”

img_2443

Ps. Jeffrey menjelaskan 3 hal tentang pernikahan yaitu Komitmen, Komunikasi dan Kompromi.

“Dengan hikmat rumah didirikan,  dengan kepandaian itu ditegakkan,  dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.” Amsal 24:3- 4
Pada ayat tersebut kata kamar berbicara tentang berbagai musim dalam hidup kita. Dalam setiap musim, akan diberkati apabila kita memiliki pengertian. Cinta tidak disebutkan dalam konteks ini Karena untuk membangun sebuah pernikahan yang sukses, diperlukan lebih dari sekedar cinta tapi juga wisdom and understanding.

img_2545

Pastor Levi Supit dalam session 4 mengingatkan kita tentang pentingnya ‘waktu’.

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana “ Mazmur 90:12

Beliau meningatkan tentang membagi waktu yang arif dan cermat. Seperti betapa mudahnya kita menyediakan waktu kita untuk client kita, teman, dll tapi sulitnya kita menyediakan waktu untuk orang-orang yang kita kasihi. Padahal uang bisa kita cari sedangkan keluarga tidak. Juga “saat Tuhan berikan waktu kita untuk bersama pasangan kita, usahakanlah sebaik mungkin.”

img_2475